pindarnurcahya.com
Menggali Ide Segar, Bisnis dan Inspirasi
Menggali Ide Segar, Bisnis dan Inspirasi
Oct 11th
Dia bernama Henry.
Pekerjaan : Porter bagi para surveyor hutan atau batubara.
Sekolah : keluar saat kelas 2 SMP
Alasan keluar sekolah : tidak ada biaya
Saya kenal Henry sewaktu saya masih bergelut dengan pekerjaan lapangan (baca : di hutan).
Remaja asli suku Dayak ini tidak banyak bicara namun terkenal rajin dan ulet dalam bekerja, itulah sebabnya ia menjadi favorit diantara para surveyor rekan kerja saya.
Fisiknya telah terbentuk kokoh, mungkin juga karena pengalaman hidup yang telah banyak ia lalui, mulai dari bekerja serabutan untuk para penebang kayu di hutan, sampai merambah ibukota Jakarta pun pernah ia lakukan. Henry kemudian memutuskan kembali ke kampung halaman karena merasa jenuh dengan lingkungan yang mungkin kurang sepadan dengan apa yang biasa ia lakukan di kampung halamannya yang tenang.
Karena keadaannya, Henry tidak pernah bercita-cita terlalu muluk. Ia tidak ingin menjadi politikus, tidak terbersit menjadi artis, atau bahkan tidak terlalu pusing memikirkan mau jadi apa ia nanti, yang penting adalah ia bisa bekerja dan menghasilkan uang.
Henry tidak pernah berputus asa mengejar cara bagaimana ia bisa bekerja, dan syukurlah karena tanpa perlu terlalu jauh meninggalkan keluarga pun ia bisa mendapatkan rejeki dari perusahaan kayu atau konsultan tambang yang memutuskan untuk “merambah” daerah tempat tinggalnya untuk disurvey dan dieksplorasi.
Untuk menuju ke tempat tinggal Henry dari kota atau desa terdekat bisa dilakukan dengan menggunakan perahu mesin, dan dilanjutkan dengan sedikit berjalan kaki. Memang terkadang bisa dilalui dengan kendaraan bermotor, akan tetapi itu harus didahului catatan bahwa hari sedang tidak hujan karena jalanan sudah pasti tidak akan bisa dilalui.
Henry tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak punya biaya, dan ia punya banyak teman yang mengalami hal serupa di lingkungan tempat tinggalnya.
Ya, mereka tinggal di sebuah daerah yang kaya oleh sumber daya alam, namun entah kenapa mereka tidak bisa bersekolah sempurna dan mengejar cita-cita layaknya orang-orang di kota. Karena itu Henry sering menyayangkan seandainya ada remaja-remaja yang sudah hidup layak di kota (baca : bersekolah), justru tidak pernah mensyukuri apa yang mereka punya. Padahal mereka tidak perlu menebang kayu untuk membeli buku, tidak usah bergelut dengan hewan liar demi jajan di kantin sekolah atau menelusuri sungai untuk berangkat menuju ke sekolah.
Henry sejatinya adalah seorang remaja yang cerdas. Namun kecerdasannya tidak pernah tersentuh oleh teknologi, dan hanya dibiarkan mengambang entah sampai kapan.
Henry sering bercerita bahwa tuan-tuan tempat ia bekerja dan mengambil kekayaan di lahan mereka kebanyakan adalah orang-orang pusat dari tanah seberang. Orang-orang yang tahu tentang harga uang dan kemakmuran. Namun semakin sumber daya di lahannya mulai habis terkikis toh kemakmuran kampung halamannya tidak jua terlihat. Hanya ada lahan-lahan gersang yang ditinggalkan, jalan-jalan rusak dan berlubang setelah tidak ada lagi truk-truk besar yang lewat serta suguhan-suguhan memabukkan dari layar tivi yang mulai memasuki kehidupan alami mereka.
Apakah Henry hanyalah seorang petualang atau ia juga sosok anak bangsa yang tidak mendapat kesempatan ? entahlah, karena hanya ada satu pesan yang sempat terkatakan ketika kami berpamitan : ” Lanjutkan sekolahmu, dan bangunlah lingkunganmu, jangan sampai terus-terusan menjadi “budak” karena kelak suatu hari nanti engkau dan teman-temanmu layak menjadi Tuan di tanahmu sendiri .. “
Oct 8th
Melanjutkan postingan pertama, yuk kita intip siapa entrepreneur muda Indonesia berikutnya yang masuk sebagai finalis Asia’s Best Young Entreprenur versi Business Week kali ini :
4. Oscar Lawalata (32)
Perusahaan : Oscar Lawalata Culture
Hasil intipan : Oscar Lawalata dikenal sebagai seorang perancang sekaligus wirausahawan muda busana Indonesia. Awal tahun ini, Oscar Lawalata sudah terlebih dahulu meraih penghargaan ” International Young Creative Entrepeneur (IYCE) yang diselenggarakan oleh British Council, menyingkirkan perancang dari Brasil, India, Arab Saudi, Polandia, Srilangka, Thailand, Tunia dan Vietnam. Oscar Lawalata Culture sendiri merupakan rumah mode yang didirikan oleh Oscar Lawalata dimana hampir 90% produksnya merupakan hasil buatan kerajinan tangan. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Oscar Lawalata silakan kunjungi webnya klik disini
More >
Oct 8th
Setelah beberapa saat terkena kabar sedih semacam berita gempa dan berita kontroversial seputar rencana kedatangan Miyabi, kali ini berita positif hadir dari para pengusaha muda Indonesia seperti dilansir dari Kompas dan Majalah Duit.
Yap, 9 entrepreneur muda Indonesia, yang bahkan beberapa diantaranya masih berusia 19 tahun, berhasil tampil sebagai finalis di ajang Asia’s Best Young Entrepreneur 09 dan sekaligus menjadi negara dengan nominator terbanyak dari total 25 finalis yang sisanya berasal dari Hongkong, Korsel, China, Thailand, Singapura dan India.
Siapa saja mereka dan apa saja bidang bisnis yang dijalani ? kita intip sedikit yukk dengan bantuan dari mbah Google tercinta ..
More >
Sep 28th
Sudah sejak tanggal 4 September 2009 lalu saya diminta mengirim testimonial untuk produk Sistem Mesin Uang Otomatis, dan karena beberapa kesibukan, eh akhirnya baru sempat mengirimnya sekarang.
Berikut isi testimonial saya untuk produk bikinan pak Joko Susilo ini :
SMUO merupakan pedoman pertama saya saat menerjuni bisnis online. Banyak pro dan kontra, akan tetapi saya merasakan manfaatnya terutama untuk membuka wacana tentang apa dan bagaimana memulai bisnis online. Kini saya telah mengetahui bagaimana hobi internet bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan dan bisnis yang menjanjikan. Ke depannya saya harap FormulaBisnis dapat memberikan produk-produk tambahan bagi member sehingga dapat semakin meningkatkan ilmu bisnis di internet dan mengantarkan menjadi netpreneur sukses.
Menekuni hobi sambil berbisnis ? SMUO adalah jawaban tepat untuk anda yang suka bergerak cepat!
Sep 10th
Apa itu affiliate ? gimana bentuknya, dan apakah benar-benar gratis untuk bisa menjalankannya ?
Silakan teman-teman baca ulasannya di blog OnlineUsahawan.com, Tulisan sudah saya publikasikan disitu
Sep 4th
Hari ini saya melewati jembatan layang itu untuk kesekian kali. Dan untuk kesekian kalinya saya bisa menatap sebagian besar kota dengan ragam gedung bertingkatnya di bawah tatapan mata. Panasnya matahari bercampur baur dengan hiruk pikuk manusia dalam segala aktivitas mereka.
Sudah lebih dari tiga bulan semenjak saya pindah ke kota ini. Nggak nyangka juga jika akhirnya perasaan ini muncul..
Ya, saya merindukan hutan dengan segala macam kompleksivitasnya. Merindukan kicauan burung yang membangunkan setiap pagi saya, merindukan kesunyian malam yang menemani terpejamnya mata saya.
More >
Recent Comments